Mutasi

 

Saat menerima SK Walikota Cirebon


Sejatinya di dunia ini tidak ada yang abadi, begitupun jabatan.  Sekolah memang rumah kedua bagi saya, tapi bukan milik pribadi. Ada saatnya rumah kedua saya ini berganti komando. Seperti hari Jumat tanggal 26 Pebruari  2021 tepat pukul 10.00, tanggung jawab sudah saya serahkan kepada pemimpin baru. 

Serah terima jabatan 


Ada terbersit rasa haru dan juga kebanggaan, ketika saya akan meninggalkan rumah kedua ini. Rumah yang dulu hampir rubuh dimakan rayap, kini berdiri kokoh dengan anggun. Banyak yang terbelalak dengan kecantikan bangunannya yang begitu menarik dipandang. 

Untuk terakhir kalinya saya memandangi ruangan saya, dan tak terasa air mata turun di pipi, begitu banyak kenangan di ruangan kecil  ini, kebijakan dan goresan pena saya hasilkan di dalam ruangan kecil ini. 

Di ruangan kecil ini pernah ada tawa, kebersamaan, cerita suka dan duka. Di ruangan ini saya belajar apa itu kedewasaan yang sesungguhnya. Di dalam ruangan kecil ini saya pernah diberikan berbagai tempaan dan alhamdulillah, satu persatu bisa terselesaikan. 

Ketika saya berjalan ke ruangan guru, ruangan yang dulu bangunannya pendek sekarang tinggi dengan sinar mentari menerangi ruangan itu, hingga nampak terang tidak gelap dan kusam. Ahh terlalu banyak kenangan di ruang guru ini. Kita pernah berdiskusi dan berargumen ditempat ini untuk mencapai kata mufakat, sekarang harus saya tinggalkan. 


Foto bersama dengan Kepala Sekolah baru 


Satu persatu wajah guru-guru saya perhatikan, setiap  guru punya kenangan tersendiri, ada yang lemah lembut, tegas, jarang tersenyum dan ada pula yang hobinya curhat, mereka ikut mewarnai kehidupan saya selama di sana. Sekali lagi kebersamaan ini harus saya tinggalkan. 

Saya menyadari semua hanya titipan dan tidak ada yang abadi, setidaknya saya sudah menorehkan kenangan di sana yang bisa dipakai oleh para generasi penerus bangsa. 

Saya tidak bisa melihat wajah-wajah polos mereka untuk terakhir kalinya, Covid-19  membuat kami lama tak bersua. Sampai saatnya saya meninggalkan mereka, karena di tugaskan ditempat yang baru. 

Tak ada ucapan terakhir dari bibir ini kepada mereka. Saya akan merindukan saat-saat bersama mereka, ketika tangan ini menjadi rebutan tangan -tangan kecil mereka untuk dikecupnya. Ketika barang bawaan saya jadi rebutan, karena mereka merasa bangga membantu saya, membawakan tas ke ruangan saya. 

Di rumah kedua ini, kita pernah makan bersama makanan khas daerah dengan begitu lahap. Mereka pernah mendengarkan dengan antusias ketika saya bercerita di tengah-tengah mereka, di bawah lembutnya sinar mentari. 

Sekali lagi, kebersamaan ini harus saya tinggalkan, saya pergi tanpa pernah melihat mereka lagi,   Covid-19 merenggut kebersamaan. Hati kecil saya ingin pamit dengan mereka, saya ingin minta maaf bila ada kesalahan dan ucapan saya yang mungkin menyakiti mereka. 


Kebersamaan dengan guru SDN Karya Mulya 2


Di rumah kedua ini saya banyak belajar, bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik, terimakasih untuk rekan-rekan guru, murid-muridku dan orangtua murid yang telah mendukung saya selama ini. Terimakasih dan maafkan, saya pamit dari rumah kedua ini. 

ADSN1919


16 komentar untuk "Mutasi"

Warkasa1919 28 Februari 2021 pukul 12.15 Hapus Komentar
Inspiratif.. keren mbak Din, semoga di tempat baru nanti tetap menjadi cahaya bagi orang - orang yang membutuhkan ya...
Apriani1919 28 Februari 2021 pukul 12.33 Hapus Komentar
Aamiin, semoga saya bisa memberi warna di sekolah baru šŸ˜šŸ˜€šŸ˜Š☺️
Meduster 28 Februari 2021 pukul 14.24 Hapus Komentar
Keren Bu Kepsek, aihh aku mau aktif di blog ku sh
Siti Nazarotin.blogspot.com 28 Februari 2021 pukul 14.29 Hapus Komentar
Tetap semangat Bu KS. Semoga di tempat baru kinerjanya juga semakin baik dan SD nya bisa tambah maju.
Nitamarelda.com 28 Februari 2021 pukul 14.59 Hapus Komentar
Semoga tambah sukses mb din
Budi Susilo 28 Februari 2021 pukul 15.38 Hapus Komentar
Semoga makin sukses
SUNARDI 28 Februari 2021 pukul 16.01 Hapus Komentar
Mnrt Arief Budiman, seorg demokat, pejuang hak-hak kmanusiaan sejati, ibarat seorg cowboy, dlm film the wild west.

Ketika berhasil menangkap pnjahatnya/hal2 yg tak beres d tempatnya dia berkiprah,
Ia akan pergi k tempat yg lain..
Demikian seterusnya...

Bgtu pula halnya dg kepala sekolah...
Sebab, seperti dilukiskan, dlm falsafah Yunani, "pembusukan ikan itu berawal dari kepalanya terlebih dahulu". Kmudian berangsur-angsur mngimbas k bagian lain, dari tubuh ikan itu
sndri...

Smg Bu Dinni berada dlm kesadaran historis....
Smg...
Apriani1919 28 Februari 2021 pukul 19.00 Hapus Komentar
Hehehe, iya mba Ester, saya nulis di blog mana saja šŸ˜šŸ˜€
Apriani1919 28 Februari 2021 pukul 19.01 Hapus Komentar
Aamiin mba Nazar šŸ˜ŠšŸ˜€
Apriani1919 28 Februari 2021 pukul 19.02 Hapus Komentar
Aamiin, makasih mba Nita
Apriani1919 28 Februari 2021 pukul 19.02 Hapus Komentar
Aamiin, makasih omBud
Apriani1919 28 Februari 2021 pukul 19.04 Hapus Komentar
Pak Nardi juga di tempat baru semoga sukses
Richard 28 Februari 2021 pukul 19.42 Hapus Komentar
Semoga dapat memberikan manfaat yang berharga dalam menjalankan amanah
Apriani1919 28 Februari 2021 pukul 22.16 Hapus Komentar
Aamiin, makasih pak.Ricard
celotehnur54 8 Maret 2021 pukul 20.17 Hapus Komentar
Semoga betah di tempat yang baru, ya ananda Dinni. Selamat bertugas.
Suko Waspodo 13 Maret 2021 pukul 08.11 Hapus Komentar
Artikel Utama abadi ....hehehe