Semesta

Semesta
Foto oleh Pixabay dari Pexels

Semesta

Jangan membenci takdir karena yang terjadi saat ini tidak seperti yang engkau pinta, percayalah bahwa semesta ini bekerja berdasarkan catatan yang sudah tertulis jauh sebelum dunia ini ada.


Hidup adalah perjalanan

Hidup adalah perjalanan mencaritahu siapa sesungguhnya kita, teruslah berjuang untuk tetap berjalan, menyibak tabir rahasia yang ada di dunia, menembus cakrawala, mengarungi semesta sebagai puncak dari kehidupan yang ada.

Jalanan panjang dan penuh liku telah kita lalui bersama, dengan berbekal keyakinan, kita gapai mimpi bersama.

Kini, engkau akan berhenti mengarungi semesta hanya karena melihat dinding-dinding fatamorgana yang ada di dunia?


Dunia adalah tempat Topeng-topeng bersandiwara

Jangan membencinya yang memakai topeng Sangkala di dunia, karena itu bukanlah wajah-wajah yang sesungguhnya.

Jangan terpedaya oleh wajah-wajah di balik topeng yang sesungguhnya itu hanya untuk memperindah panggung sandiwara yang ada di dunia.

Jangan membenci Sangkala karena  wajahnya begitu menakutkanmu hingga membuatmu terjaga, percayalah, terjaga karena mimpi buruk itu lebih baik daripada tidur panjangnya anak-anak manusia, Anak-anak manusia yang tak lagi mengenal siapa dirinya dan juga Tuhannya.


Aku dan Dia adalah bagian dari Semesta

Aku adalah aku yang akan selalu membangunkanmu dari tidur panjangmu. Apapun topeng yang Ia kenakan di dalam mimpi burukmu, yakin dan percayalah bahwa itu semua berdasarkan naskah cerita yang sudah tertulis di semesta.

Genggam erat tanganku dan masuk lah kedalam barisanku bersama Ia dan anak-anak manusia lainnya yang sudah terjaga dari tidur panjangnya.

Teruslah berjalan dan lewati semua rintangan, iklas adalah sumber kekuatan, yakin dan percayalah bahwa Semua yang telah dan akan terjadi di dunia ini sesungguhnya sudah tertulis di alam rasa, alam yang tak lagi ada rahasia.

Alam yang mampu menyibak semua rahasia yang ada di semesta.

Apakah engkau tau? Bahwa sesungguhnya ada semesta kecil dan semesta besar di duniamu.

Kenali dirimu agar engkau mampu mengenali duniamu, dan kenali duniamu agar engkau paham dimana sesungguhnya letak semesta itu.







10 komentar untuk "Semesta"

Rumah Fiksi 1919 16 Desember 2021 pukul 18.57 Hapus Komentar
Siiip
celotehnur54 16 Desember 2021 pukul 19.19 Hapus Komentar
Mantap, Mas Warkasa. Produktif sepanjang hari.
Nitamarelda.com 16 Desember 2021 pukul 19.21 Hapus Komentar
ngebut produktif kunjung balik kalo sempat
Warkasa1919 16 Desember 2021 pukul 19.35 Hapus Komentar
Terimakasih sudah berkenan membacanya, mbak Din..šŸ˜ŠšŸ™
Warkasa1919 16 Desember 2021 pukul 19.36 Hapus Komentar
Terimakasih sudah berkenan membacanya Bu Nur..šŸ˜ŠšŸ™
Warkasa1919 16 Desember 2021 pukul 19.37 Hapus Komentar
Terimakasih sudah berkenan membacanya, mbak Nita..šŸ˜ŠšŸ™
Budi Susilo 16 Desember 2021 pukul 20.11 Hapus Komentar
šŸ‘ mantep
Warkasa1919 16 Desember 2021 pukul 20.13 Hapus Komentar
Terimakasih atas kunjungannya, Om Bud..šŸ˜ŠšŸ™
Swarna 17 Desember 2021 pukul 05.36 Hapus Komentar
Semesta sunyi, hihihi
Warkasa1919 17 Desember 2021 pukul 06.33 Hapus Komentar
Hehehe... Terimakasih atas kunjungannya mbak Aliz šŸ˜ŠšŸ™