Sesuaikan tampilan Anda
Setelan hanya berlaku untuk browser ini
Latar belakang
  • Terang
  • Gelap
  • Bawaan sistem
TERBARU
05:00

Diawal Semester Guru Wajib Lakukan Ini!

AI Voice Reader Ready to Read

Awal Semester Guru Wajib Lakukan Ini
pixabay picture

Menyiapkan awal tahun pelajaran adalah hal  wajib dilakukan  bagi seorang guru. Tidak menutup kemungkinan ada yang masih bingung mengawali pembelajaran disemester 2 apalagi pembelajaran tidak dilakukan tatap muka, hal yang dirindukan baik guru maupun peserta didik. Tapi apalah dikata kondisi pandemi tak memungkinkan  terjadinya tatap muka. Guru pun perlu segera berbenah menyongsong semester 2 dengan pelayanan yang lebih baik dan prima, agar PJJ kita lalui  dengan hal yang menyenangkan. Berbekal pengalaman PJJ disemester 1 yang masih menyisakan keruwetan dan masalah ibarat mengurai benang kusut .

 

Bisa jadi se-antero Indonesia mengalami masalah yang hampir sama.

  • Anak tidak mau mengerjakan tugas
  • Orang tua tidak kooperatif
  • Waktu absen lengkap saat ngumpulin tugas hanya separo kelas
  • Lalu gurupun mengeluh seraya berujar
  • Padahal tugasnya sedikit
  • Padahal media pembelajarannya sudah dibuat asik
  • Padahal sudah dibuat tidak membebani siswa dan padahal padahal yang lain.

 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi ?

 

Guru perlu sejenak berefleksi untuk mencari akar permasalahan agar terjadi interaksi, kesepahaman dan kolaborasi.

Tidak banyak guru yang menyadari  betapa pentingnya membangun relasi sebagai pondasi ketercapaian pembelajaran  baik itu tatap muka maupun virtual agar berhasil melewati situasi sulit pada saat ini. Guru kecenderungan terpaku pada pencapaian nilai dan  pemenuhan target  kurikulum. Padahal disaat  PJJ seperti saat ini membangun kesesuaian,  lingkungan belajar yang kondusif perlu dilakukan agar guru tidak kerepotan mengatasi kelasnya.

Permasalahan yang sebenarnya  adalah dimana perspektif guru, murid serta orang tua berbeda.

Bagi guru mungkin tugas sedikit tapi bagi murid tidak

Bagi guru mungkin medianya sudah kece  tapi bagi siswa ternyata tidak

Menghindari terjadinya miskonsepsi diawal pembelajaran guru perlu melakukan hal berikut ini,sebagai tahapan untuk mempersiapkan siswa menghadapi pembelajaran di semester 2.

Berikut tips yang bisa guru gunakan untuk membangun komunikasi yang kondusif antara guru, orang tua  dan siswa.

Melakukan Siklus Asesmen Diagnosis diawal pembelajaran

1.    Asesmen non kognitif awal

Bertujuan untuk  mengetahui kesiapan belajar siswa, hal yang ditanyakan menitikberatkan pada kondisi diluar penguasaan akademis yaitu faktor psikologi dan emosional seperti lingkungan belajar siswa, sarana prasarana yang dimiliki,  media yang disukai, kebiasaan orang tua, kesiapan orang tua, pekerjaan orang tua , minat  belajar siswa, bisa juga menanyakan perasaan siswa.

Untuk melakukan asesmen diagnosis awal guru bisa menggunaan media google form, menyebar angket yang bisa diisi siswa, bisa juga dengan wawancara 


Berikut contoh pertanyaan yang bisa digunakan untuk asesmen diagnosis awal

Kegiatan apa yang kamu senangi sehingga seringkali membuatmu lupa waktu ?

Apa pekerjaan orang tua kamu?

Jam berapa orang tua bekerja?

Hp yang kamu gunakan milik siapa?

•Dengan siapa kamu belajar?

Media pembelajaran apa yang kamu senangi  dari beberapa aplikasi berikut?

 

Dan pertanyaan pertanyaan lain yang bisa digunakan untuk  mengetahui profil siswa secara utuh.

Hal ini menurut saya penting sekali untuk membangun  keberlanjutan  agar sejalan dengan kebutuhan dan kondisi siswa.


2.    Asesmen Kognitif

Memetakan kompetensi ketercapaian siswa

Guru perlu memetakan ketercapaian kompetensi yang sudah dikuasai siswa tujuannya untuk mengetahui KI/KD mana yang sudah dikuasai dan yang belum dikuasai oleh siswa  sehingga guru bisa menentukan strategi pembelajaran yang akan dipakai .

Sebagai tahap persiapan sebelum guru mengajar materi baru. Guru perlu menyusun 10 soal sederhana  yang terdiri dari 8 soal materi prasyarat dasar dan 2 soal  untuk materi yang akan dipelajari. Berikut saya sertakan soal asesment kognitif awal klik di SINI

 

3.    Rencana Tindak Lanjut dan Evaluasi Strategi Pembelajaran

Setelah mengetahui pemetaan kompetensi siswa maka guru akan lebih mudah menggunakan strategi apa yang akan digunakan serta menentukan bahan ajar yang sesuai pada saat PJJ berlangsung. Tentu saja hal ini akan berbeda tiap tiap guru karena menyesuaikan dengan karakteristik siswa.

Dengan menerapkan asesmen diagnosis diawal.  PJJ tidak akan terasa hambar gurupun akan lebih mudah membangun keberlanjutan yang menitikberatkan pada kesinambungan proses belajar.

Jika masih ada pendidik masih mengeluhkan siswanya tidak disiplin, malas, tidak aktif dalam pembelajaran maka perlu kita menggali lebih dalam untuk membangun  keberlanjutan,

Berikut saya sertakan cuplikan praktik baik assessmen diagnosis awal non kognitif untuk menggali informasi dari siswa melalui group Whatsapp

 

Simak ya!

 

Ini cara saya menyambut semester baru bersama anak-anak.

Assalamualaikum. 

Selamat Pagi anak-anak, selamat berjumpa kembali di semester 2 ini

Sebelum memulai pembelajaran, Bapak/Ibu akan  membagikan sebuah video sederhana silahkan disimak

Langkah – langkah

1. Video ditayangkan…

Sebelah kiri atas , gembira. Sebelah kanan bingung.

Sebelah kiri bawah, sedih. Kanan Bawah marah.

2. Pilih salah satu emoji sesuai dengan perasaan yang kamu rasakan saat ini.

3. Bisakah kamu ceritakan dengan singkat, mengapa kamu mengalami perasaan tersebut.

4. Apa yang ingin kamu harapkan, pada semester ini?

5. Rencana apa yang ingin kamu susun semester ini?

6.  Adakah yang bisa bpk/ibu guru bantu agar kamu bisa lebih bersemangat belajar  disemester ini?

Contoh praktik baik diatas bisa disesuaikan dengan jenjang masing – masing. Untuk kelas rendah bisa saling mengirim emoji untuk mengexpresikan perasaan masing masing siswa


Anda punya rencana untuk asesmen diagnostic awal?

Semoga bermanfaat, sampaikan masukan dikolom komentar untuk perbaikan.

 


Baca Juga
NEURAL LINK: ACTIVE
MATRIX: STABLE
×
1919 AI-NETWORK
Initializing AI Sync...

Ruang Menulis

Media berbagi konten edukasi dari para Guru dan Tenaga Pendidik untuk kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia.

© Ruangmenulis.com — Ruang Berbagi Ilmu & Pengetahuan