Sesuaikan tampilan Anda
Setelan hanya berlaku untuk browser ini
Latar belakang
  • Terang
  • Gelap
  • Bawaan sistem
TERBARU
05:00

Apakah Saya Seorang Pemimpin yang Gagal?

AI Voice Reader Ready to Read


Foto Oleh Maria Orlova dari Pexels


Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah, itu saya akui, banyak pernak pernik yang harus  saya hadapi, suka dan duka pasti ada. Seorang pemimpin harus bisa melindungi orang-orang yang berada dibelakangnya. Mereka merasa bahagia sayapun merasakan kebahagian mereka, begitupun ketika mereka ada masalah saya merasakan kesusahannya. 

Saya akui, tidak semua suka dan puas dengan cara kepemimpinan saya. Karena saya tidak bisa memuaskan keinginan mereka semua apalagi secara perorang. Isi kepala orang berbeda dengan kemampuan yang berbeda pula, ada yang bisa diajak berlari dan ada pula yang hanya bisa diajak berjalan, saya harus bisa mendampingi semua. Tidak bisa menyamakan kemampuan saya dengan mereka, begitupun sebaliknya. 

Seorang pemimpin harus bisa menjadi seorang pendengar yang baik, itu, berusaha saya lakukan. Saya selalu meluangkan waktu, bila ada di antara mereka yang ingin curhat pada saya. Dengan hanya mendengarkan dan memberi solusi, beban mereka akan sedikit berkurang. 

Saya juga tidak merasa paling bisa, saya senang bila ada guru lebih mumpuni dibanding saya. Bila ada guru yang kemampuannya melebihi saya dan ketika berhasil membawa peserta didik menjuarai  perlombaan, saya selalu bilang, itu berkat guru yang rajin dan pintar, saya hanya mendukung kegiatan mereka. Tidak pernah terucap semua karena saya. 

Tapi, bila ada permasalahan sekolah yang tidak selesai, saya selalu berfikir, apakah saya gagal mendidik mereka? Apakah saya gagal menjadi seorang pemimpin? Saya sering malu pada diri sendiri, ketika ke-egoan masih ada pada mereka.

Menjadi Pemimpin perlu sikap tegas. Tegas bukan berarti harus galak atau keras, karena bila kita galak, banyak di antara mereka yang berontak, tapi, bila terlalu baik mereka bisa seenaknya. 

Sudah biasa seorang pemimpin dinilai salah terus, saya sadari tidak ada manusia yang sempurna. Memang benar, penonton itu lebih pintar dari seorang pemain. 

Tidak perlu mengumumkan pada orang lain, siapa saya, biarlah orang menilai sendiri dengan persepsi masing-masing. Tak perlu saya repot dan pusing memikirkan penilaian orang lain pada saya. 

Menjadi Pemimpin itu terasa berat bila kita melakukannya dengan tidak ikhlas. 

ADSN1919

Baca Juga
NEURAL LINK: ACTIVE
MATRIX: STABLE
×
1919 AI-NETWORK
Initializing AI Sync...

Ruang Menulis

Media berbagi konten edukasi dari para Guru dan Tenaga Pendidik untuk kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia.

© Ruangmenulis.com — Ruang Berbagi Ilmu & Pengetahuan