Widget HTML #1

Bisakah Kita Sebenarnya Mengembangkan Kepemimpinan Melalui Bermain?


Bagaimana permainan memengaruhi kepemimpinan (dan follower)?

Kita semua pernah mendengar tentang sekelompok eksekutif yang melakukan petualangan - perjalanan arung jeram, tamasya "bertahan hidup" di alam liar, melayani sebagai anggota kru di kapal layar - sebagai cara mengembangkan kepemimpinan. Ada juga lebih banyak jenis permainan "bentuk bebas", seperti permainan bisnis, kegiatan bermain peran, dan simulasi on-line? Pertanyaannya adalah seberapa besar kegiatan "bermain" ini membangun kapasitas kepemimpinan peserta.

Sebuah tinjauan teoritis oleh Ronit Kark, seorang profesor studi kepemimpinan, dari Universitas Bar-Ilan di Israel dan Universitas Exeter di Inggris, mengeksplorasi bagaimana dan mengapa kegiatan bermain semacam itu dapat berfungsi untuk mengembangkan pemimpin, dan dia menunjukkan beberapa kondisi yang diperlukan untuk pembangunan berlangsung.

Pertama, penting bahwa kegiatan bermain ini merupakan "ruang aman" bagi para pemimpin untuk mengeksplorasi diri dan perilaku mereka. Sesi perkembangan ini tidak boleh berubah menjadi kompetisi atau sesi penilaian organisasi.

Kedua, harus ada waktu refleksi bagi pemimpin untuk memahami apa yang telah dia pelajari.

Terakhir, pelajaran yang dipetik dalam aktivitas bermain perlu ditransfer ke tempat kerja - untuk benar-benar meningkatkan kepemimpinan di tempat kerja peserta.

Apakah beberapa cara yang permainan dapat membantu mengembangkan pemimpin dan anggota tim?

Kark berpendapat bahwa kegiatan seperti berpartisipasi dalam tantangan memungkinkan peserta untuk membayangkan masa depan dan identitas pemimpin alternatif (permainan identitas) dan merefleksikan peran kepemimpinan mereka. Ini dapat membantu manajer mengembangkan identitas baru dan kreatif yang dapat mereka kembangkan. Ada juga bukti bahwa aktivitas bermain merangsang kreativitas dan kemampuan beradaptasi. Kegiatan tim terstruktur dapat membantu para pemimpin lebih memahami bagaimana berkoordinasi dan berkolaborasi dengan orang lain. Terakhir, aktivitas bermain di luar pekerjaan dapat menjadi fungsi yang merevitalisasi dan memberi energi saat pemimpin kembali ke tempat kerja.

Apa manfaat aktivitas bermain bagi follower?

Berpartisipasi dalam kegiatan bermain terstruktur dapat membantu membangun kepemimpinan kolektif dengan:

  • Meningkatkan hubungan pribadi di antara anggota tim
  • Membantu anggota untuk menyelaraskan dan mengkoordinasikan kegiatan
  • Mengijinkan anggota untuk mengambil identitas kepemimpinan bersama

Jadi keluar dan bermainlah - cara yang menyenangkan dan mungkin untuk mengembangkan identitas dan keterampilan kepemimpinan Anda.

***

Solo, Rabu, 10 Maret 2021. 12:50 pm

'salam sukses penuh cinta'

Suko Waspodo

suka idea

antologi puisi suko

ilustr: Inc. Magazine


Suko Waspodo
Suko Waspodo Dosen, Leadership Trainer, Penikmat Seni, Pemerhati Kehidupan

6 komentar untuk "Bisakah Kita Sebenarnya Mengembangkan Kepemimpinan Melalui Bermain?"

Warkasa1919 10 Maret 2021 pukul 14.41 Hapus Komentar
Bermanfaat. Terimakasih untuk.artikelnya Om Suko☺️
Apriani1919 10 Maret 2021 pukul 15.38 Hapus Komentar
Siiip pak Suko artikelnya
Dewi Apriliana 10 Maret 2021 pukul 16.23 Hapus Komentar
Ini berarti bermain juga bermanfaat untuk konteks orang dewasa ya?
Saya kira hanya optimal dalam dunia anak saja. Wah, berarti di kelas yg isinya orang dewasapun ,bermain bisa jadi alternatif kegiatan
Suko Waspodo 10 Maret 2021 pukul 16.51 Hapus Komentar
Pasti...saya sering terapkan saat memberi materi pada latihan (kaderisasi) kepemimpinan mahasiswa
Nitamarelda.com 13 Maret 2021 pukul 00.52 Hapus Komentar
Bagus sekali artikelnya inspiratif
Audri K. 2 April 2021 pukul 14.29 Hapus Komentar
Makin banyak main sebenanrnya makin banyak pengalaman yang didapat.. Tinggal mainnya itu produktif atau malah konsumtif..