Sesuaikan tampilan Anda
Setelan hanya berlaku untuk browser ini
Latar belakang
  • Terang
  • Gelap
  • Bawaan sistem
TERBARU
05:00

Perempuan Berkalung Duri

AI Voice Reader Ready to Read

 

Foto oleh Wellington Cunha dari Pexels




Saatnya perempuan itu memakai kalung berduri. Kalung yang selama ini Ia simpan di tempat rahasia. Sebuah ruang yang tidak sembarang orang bisa memasukinya. Hanya orang-orang pilihan diperbolehkan masuk, bila bukan orang pilihan maka akan binasa mereka. 


Perempuan itu memakai kalung berduri di saat yang tepat, dimana orang-orang mulai mengusik keberadaannya. Dulu Ia dianggap lemah dan dipandang sebelah mata, keberadaannya ditiadakan. Ketika Ia meringkuk dalam kesakitan, semua mata berpura-pura tidak melihatnya. Perempuan itu harus melindungi diri sendiri. Kalung berduri adalah perisai pilihan. 


Bukan kalung sembarang kalung yang dipakai perempuan itu, karena kalung berduri akan tumpul durinya pada orang berhati bersih, tapi akan runcing bila berhadapan pada manusia bermuka dua. 


Teramat lelah, selama ini Ia diam ketika Dunia terasa tidak bersahabat. Ia diam dengan semua tudingan yang selalu mengarah padanya, telunjuk-telunjuk bak senjata tajam. Ia sendirian ketika semua Memilih hidup penuh kepura-puraan. Saatnya perempuan itu turun panggung.  


Perempuan itu harus menjaga diri sendiri, berkalung duri sebagai perisai baginya, tak sembarang orang boleh menyentuhnya. Mata perempuan itu dulu terlihat lemah, sekarang mata itu terlihat garang, seperti burung Elang mencari mangsa. 


Perempuan berkalung duri, selalu waspada dan tidak percaya mulut-mulut manusia yang penuh kemunafikan. Hanya manusia yang sebenar-benarnya manusia. Yaitu manusia pilihan. 


Ketika perempuan itu berada di tangga teratas, semua mata baru tertuju padanya, berbondong-bondong memohon pada perempuan berkalung duri untuk turun dari anak tangga. Dipaksa kembali di tangga terbawah. 


Perempuan berkalung duri yang susah payah menaiki tangga seorang diri, teguh pendirian di tangga teratas. Mereka tidak mengetahui banyak lika liku untuk mencapai tangga teratas, proses yang menyakitkan. Sekarang dipaksa untuk turun.


Tidak sekali lagi tidak! Biarlah Ia di tangga teratas sampai saatnya tiba. Bukankah semua melalui proses? 


ADSN1919

Baca Juga
NEURAL LINK: ACTIVE
MATRIX: STABLE
×
1919 AI-NETWORK
Initializing AI Sync...

Ruang Menulis

Media berbagi konten edukasi dari para Guru dan Tenaga Pendidik untuk kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia.

© Ruangmenulis.com — Ruang Berbagi Ilmu & Pengetahuan