CERITA TERBARU
05:00

Undakan Tertinggi

AI Voice Reader Ready to Read

 

Undakan Tertinggi


Malam ini hujan begitu deras, rembulan enggan menampakkan diri, kelelawar enggan  membelah malam, memilih bersembunyi di tempat yang hangat bersama binatang malam. 


Entah mesti menangis atau tidak, hati ini terasa beku. Undakan demi undakan telah dilewati berteman darah dan air mata. Andai bukan ciptaan Tuhan, telah kering air mata ini. 


Tuhan,  jaga hati ini dari sebuah prasangka.

Kaki ini akan tetap berjalan dengan atau sendiri

Sebongkah hati terasa malu ketika keberadaan diabaikan demi menjaga yang entah siapa 


Lipatan-lipatan kata yang tersimpan di hati menyembunyikan sebuah tanya

Reribu tanya yang meski tersimpan, menjaga jutaan jawab yang mengarah


Sebuah malu dengan kehadiran meski aksara


Catatan:

Baca juga  Adam dan Hawa yang di buat oleh Warkasa1919 dan tayang di rumahfiksi.com. Cerita ini hanya fiksi belaka, jika ada kesamaan nama, tempat dan lain sebagainya itu adalah kebetulan semata. 







NEURAL LINK: ACTIVE
MATRIX: STABLE
×
1919 COMMAND CENTER
LATENCY: ANALYZING...
NETWORK: 0
ARTICLES: 0
INITIALIZING MULTI-DOMAIN SYNC...
AI CONTEXT COPIED! ⚡

Ruang Menulis

Media berbagi konten edukasi dari para Guru dan Tenaga Pendidik untuk kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia.

© Ruangmenulis.com — Ruang Berbagi Ilmu & Pengetahuan