Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Lokakarya Gerakan Sekolah Menyenangkan

Lokakarya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Bagian Satu
Foto : Lokakarya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM)


Ruangmenulis.com, Kamis, 25 Agustus 2022, pukul 06.50 WIB. Saya dan Bu Ani (salah satu guru SDN Sadagori 1), membelah pagi, menuju Edu Global School Cirebon, tempat lokakarya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) diselenggarakan. Ya, kami beserta 200 peserta lainnya akan menghadiri lokakarya tersebut. 

Lokakarya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Bagian Satu

Kegiatan lokakarya dihadiri oleh Dra. hj. Eti Herawati selaku Wakil Walikota, ibu Fitri Pamungkaswari selaku Wakil Ketua DPRD, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon ibu Kadini, S.Sos, Pihak Edu Global, para Kepala Sekolah serta para peserta yang sudah hadir sebelum acara dimulai. 

Lokakarya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Bagian Satu

Acara dibuka pukul 09.00 WIB, oleh Bu Wakil Walikota didampingi Kadisdik Kota Cirebon dan Wakil Ketua DPRD. 

Pemateri acara lokakarya Lokakarya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) adalah sepasang suami istri yang peduli dengan pendidikan yang ada di Indonesia, pak Muhammad Nur Rizal, P.Hd dan ibu Novi Poespita Chandra, P.Hd. membagikan pengalamannya selama tinggal di Australia kepada para peserta. 

Para pemateri memberikan materi secara runtut dan lugas, banyak ilmu yang saya dapatkan dan terasa masih kurang karena waktu hanya sehari. 

Baiklah para sahabat saya akan mencoba memberikan sedikit oleh-oleh ilmu yang saya dapatkan hari ini.


Saya mulai dari pemateri pertama yaitu Muhammad Nur Rizal, P.Hd

Lokakarya Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Bagian Satu


Saya tertarik dengan ulasan pak Rizal yang mengibaratkan pendidikan itu seperti bertani. 

Strategi menerapkan kultur pendidikan bertani di sekolah 0.4 GSM adalah melalui 4 area perubahan GSM. 

Filosofi gaya pendidikan bertani, yang beliau paparkan sebagai berikut:

Peserta didik di ibaratkan seperti sebuah pohon,  seorang petani harus mengetahui jenis tanaman apa  yang akan kita tanam, serta harus mengetahui tanaman yang cocok di daerahnya, karena tidak semua jenis tanaman akan cocok ditanam di satu daerah dengan daerah lainnya. Begitupun dengan peserta didik, guru harus mengetahui karakter peserta didiknya karena antara satu peserta didik dengan peserta didik yang lain tidak bisa disamaratakan. 

Pendidikan yang pertamakali ditumbuhkan itu adalah pendidikan karakter. Karena  Karakter individu tidak ada maknanya bila tidak ada karakter kebersamaan.  

Pendidikan karakter bisa dibilang mudah sekaligus bisa dibilang sulit juga, karena perlu proses panjang dan keterlibatan para orangtuanya juga. 

Setelah akar, maka akan tumbuh batang pohon yang kokoh, yang jika diibaratkan adalah seperti  penalaran atau pengetahuan. 

Kemudian pohon akan tumbuh cabang dan ranting yang diartikan kemampuan tata kelola, pemikiran, kemampuan para peserta didik cara menyelesaikan masalah yang dihadapinya.

Tumbuhan yang subur bisa dilihat dari daun yang hijau dan lebat sama seperti sekolah yang diibaratkan rumah yang nyaman bagi para pendidik, modal sosial/komunitas dan berkolaborasi. 

Hasil akhir dari tumbuhan akan menghasilkan buah yang ranum, hasil inovasi, teknologi dan sosial.

Pemateri memberikan pesan pada kami para guru, bahwa guru  mengajar harus dari hati nurani, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban. 

Ciptakan belajar yang menyenangkan bagi para peserta didik, agar mereka merasa nyaman dan betah ketika belajar di sekolah, karena untuk siswa SD belajar itu adalah bermain. 

Pemateri juga memberikan contoh sistem pembelajaran di negara maju yang bisa kita adaptasi. 

Bersambung


Adsn1919







Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

4 komentar untuk "Lokakarya Gerakan Sekolah Menyenangkan"

  1. Aktual nih. Terima kasih untuk artikelnya mbak Din. Sukses selalu ya🤝

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya masih angetan 😁😁 terimakasih mas sudah mampir dan membacanya.
      Aamiin

      Hapus