Widget HTML #1

Mendung

 DaftarBuat Artikel

 


Mendung 

Siang ini langit terlihat gelap, seperti mau turun hujan. Awan hitam menghiasi langit semoga hujan tidak bersama petir. Angin berhembus kencang menghempaskan sampah-sampah di pekarangan. 

Siang semakin gelap, mentari tak terlihat, burung-burung berterbangan menuju sarang,  anak kucing terduduk di tengah jalan. Bunyi petasan terdengar di kejauhan seperti tak ingin didahului tahun baru. 

Angin berhembus semakin kencang, suara kucing mengeong terdengar keras, hujan mulai turun semoga hujan mendatangkan berkah. Pepohonan meliuk-liuk disapa angin, alam sedang memberi pesan pada makhluknya. 

Terdengar suara kendaraan roda dua dari kejauhan, mencari tempat berteduh, hujan bertambah besar. Suasana terasa sepi hanya curahan hujan yang terdengar. Semua makhluk mencari tempat nyaman. 

Hujan menghempas debu-debu di jalan, sampah-sampah hanyut terbawa air. Udara terasa sejuk, angin segar bertiup pelan. Suara motor tak terdengar lagi. 

Hujan seperti mengerti sebuah perasaan, menanti. 


ADSN1919


 Kembali

© Ruangmenulis.com, All rights reserved.

Rumah Fiksi 1919
Rumah Fiksi 1919 Biarkan penaku menari dengan tarian khasnya, jangan pernah bungkam tarian penaku karena aku akan binasa secara perlahan

4 komentar untuk "Mendung"

Warkasa1919 30 Desember 2022 pukul 16.12 Hapus Komentar
Sendu, terima kasih untuk puisinya yang indah ini mbak Din..salam hangat dan semoga baik-baik saja ya..salam hangat🀝
Rumah Fiksi 1919 30 Desember 2022 pukul 16.14 Hapus Komentar
Terimakasih sudah hadir, salam hangat kembali πŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€
Anonim 30 Desember 2022 pukul 18.16 Hapus Komentar
Keren..
Rumah Fiksi 1919 5 Januari 2023 pukul 14.50 Hapus Komentar
Makasih sudah mampir