Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Jurnal Refleksi Minggu Ke-21 (Seri Guru Penggerak)

Jurnal Refleksi Minggu Ke-21

CGP ANGKATAN 4 KOTA BANDUNG
Guru SDN 173 NEGLASARI




Fasilitator: Evy Sumiati
Pengajar Praktik Haviz Kurniawan


Sabtu, 23 April 2022

Model 6: Reporting, responding, relating, reasoning, reconstructing (5R) Model refleksi 5M diadaptasi dari model 5R (Bain, dkk, 2002, dalam Ryan & Ryan, 2013). 5M terdiri dari langkah-langkah berikut:

1. Mendeskripsikan (Reporting): menceritakan ulang peristiwa yang terjadi 

2. Merespon (Responding): menjabarkan tanggapan yang diberikan dalam menghadapi peristiwa yang diceritakan, misalnya melalui pemberian opini, pertanyaan, ataupun tindakan yang diambil saat peristiwa berlangsung. 

3. Mengaitkan (Relating): menghubungkan kaitan antara peristiwa dengan pengetahuan, keterampilan, keyakinan atau informasi lain yang dimiliki. 

4. Menganalisis (Reasoning): menganalisis dengan detail mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi, lalu mengambil beberapa perspektif lain, misalnya dari teori atau kejadian lain yang serupa, untuk mendukung analisis tersebut. 

5. Merancang ulang (Reconstructing): menuliskan rencana alternatif jika menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.


GMeet Session with Rusiati Yo


Hari Jumat, 22 April 2022 kami para CGP mendapat pelatihan dengan instruktur Rusiati Yo yang membahas Modul 3.1. Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran. Diikuti oleh seluruh CGP yang berada di Kota Bandung. Dalam sesi pertemuan bersama Instruktur banyak hal menarik yang saya dapatkan. 

Seorang instruktur dengan latar belakang Psikologi memang sesuai dengan apa yang dibahas oleh Bu Rosiati Yo. Pandangan yang disampaikan bisa membuat saya paham lebih jauh tentang apa yang menjadi masalah dan perlunya mengambil keputan yang tepat demi kebaikan anak didi.

Saya mengajukan pertanyaan sekaligu menjawab kepenasaran saya mengenai nilai yang dimiliki oleh Bu Rusiati Yo. Ternyata tidak jau berbeda. Apa yang saya pikirkan masih sejalan dengan pemikiran instruktur soal contek atau curang dalam ujian. Beberapa tahun ke belakang ujian memang kerap jadi ajang penyiksaan anak dan prestise bagi orangtua serta sekolah. Amat menyedihkan hingga akhirnya berbagai cara ditempuh agar bisa mendapatkan nilai tinggi. 

Padahal seharusnya seorang anak bukan hanya dipandang dalam nilai pengetahuan semata karena berbeda-bedanya minat tiap anak terhadap pembelajaran. Untung saja Bu Instruktur sepakat bahwa soal kecurangan memang tidak dibenarkan karena secara jangka panjang akan menumbuh anak yang koruptif dan menghalalkan segala cara.

Oleh karena itu kurikulum merdeka memberikan peluang sebesar-besarnya bagi murid agar bisa lebih leluasa mengekspresikan dirinya baik dalam minat maupun pilihan belajarnya. Dilema bukan saja hal yang sering terjadi dalam kehidupan guru akan tetapi kerap menjebak kita pada situasi yang bisa saja merugikan bila pilihannya tidak tepat. 

Dalam dilema ada pula opsi trilema sebagai alternatif yang cerdas untuk memecahkan masalah secara diluar dugaan dan menghasilkan konsekuensi positif yang lebih baik lagi.

Semoga jurnal ini mampu menginspirasi.

Salam hangat,

Desi Oktoriana

Terima kasih

Desi Oktoriana
Desi Oktoriana Seorang guru SDN 173 Neglasari Bandung.

2 komentar untuk "Jurnal Refleksi Minggu Ke-21 (Seri Guru Penggerak)"

  1. Senangnya mba Desi bisa berbagi ilmu di blog tercinta ini 🙏🙏

    BalasHapus
  2. Terimakasih untuk ulasannya mbak Desi, bermanfaat👍

    BalasHapus